Tutorial Bahasa C Part 2 : Sejarah dan Perkembangan Bahasa C
Setelah membahas apa itu bahasa C dan sebelum mempelajari syntax
dari bahasa pemrograman C, mari kita bahas tentang awal terciptanya bahasa C
secara lengkap.
Setelah UNIX berjalan, lahirlah bahasa pemrograman baru yang ditulis oleh Martin Richard dengan nama BCPL (Basic Combined Programmed Language).
Namun pada tahun 1970 agar lebih sederhana, peneliti menulis ulang sistem operasi UNIX menggunakan bahasa pemrograman B yang telah dibuat oleh Ken Thompson. Nama bahasa B diambil dari huruf pertama dalam kata BCPL.
Karena alasan bahwa bahasa B memiliki keterbatasan sehingga beberapa fitur tidak bisa di program dan terkesan masih lambat. Oleh karena itu pada tahun 1971 seorang pengembang sistem bernama Dennis Ritchie menciptakan bahasa baru yang bernama C yang bertujuan untuk menulis ulang dan menutupi kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem operasi UNIX sebelumnya. Nama C ini diambil dari huruf kedua dari kata BCPL.
Pada tahun 1978, Brian W. Kerninghan dan Dennis Ritchie mempublikasikan bahasa C melalui buku “The C Programming Language”. Buku ini diterbitkan oleh Prentice Hall dan pada saat ini telah di terjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Dan buku ini juga yang menjadikan legenda dan sejarah bahasa C hingga di kenal dengan sebutan “K&R”(singkatan dari nama penulisnya : Kernighan dan Ritchie).
Masuknya UNIX ke Universitas inilah yang membuat bahasa pemrograman C makin populer. Bagaimana tidak, mau tidak mau mahasiswa yang ingin mengembangkan aplikasi UNIX harus menguasai bahasa pemrograman tersebut. Dan hal ini membuat penggunaan pemrograman Pascal menjadi berkurang.
Tidak lama setelah itu, sekitar tahun 1983, Richard Stallman membuat sebuah project open source yang bernama GNU. Project tersebut membuat sebuah sistem operasi gratis yang mirip seperti UNIX dan bisa diinstall di komputer pribadi.
Selanjutnya pada tahun 1991, Linus Torvalds merilis kernel (otak pemrosesan sebuah sistem operasi) yang dinamakan Linux. Linux dirilis dengan license GNU, yang mana boleh digunakan, dipelajari, dimodifikasi dan disebarkan oleh siapa saja. Linux sendiri terinspirasi dari UNIX dan juga dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman C.
Disisi lain Apple juga menggunakan UNIX. Tahun 1997 – 2001, sistem operasi MacOS dikembangkan ulang dari NeXTSTEP(sebuah sistem UNIX). MacOS kemudian dijadikan sebagai basis untuk seluruh sistem operasi Apple, mulai dari sistem operasi MacOS untuk komputer dan laptop, sistem operasi iOS untuk smartphone, serta sistem operasi watchOS dan tvOS.
Sistem operasi Android juga tidak lepas dariUNIX. Android juga menggunakan kernel Linux yang telah dimodifikasi.
Seluruh sistem operasi ini menjadi keluarga yang dikenal sebagai UNIX-like, dan hampir semuanya ditulis menggunakan bahasa pemrograman C.
Dengan banyaknya implementasi dari bahasa C dalam sistem UNIX dan UNIX-like, secara otomatis jika anda ingin mempelajari isi dari berbagai sistem operasi seperti UNIX, Linux, MacOS, hingga Android, akan butuh bahasa pemrograman C.
Akan tetapi bukan berarti jika kita ingin membuat aplikasi di UNIX, Linux, MacOS dan Android, harus menggunakan bahasa C. Bahasa C diperlukan untuk memodifikasi sistem tersebut.
Setelah mengulas sejarah dan perkembangan tentang bahasa C berikutnya kita akan membahas tentang Compiler, Interpreter, Linker dan IDE.
Sejarah Bahasa Pemrograman C
Pada tahun 1969 laboratorium Bell Labs diMurray, New Jersey, Amerika Serikat menggunakan bahasa Assembly untuk mengembangkan sistem Operasi Unix yang bertujuan untuk membuat program antarmuka yang bersifat programmer friendly. Saat itu Bell Labs berada di bawah perusahaan AT&T Corporation (dan sekarang Bell sudah berada di bawa Nokia).Setelah UNIX berjalan, lahirlah bahasa pemrograman baru yang ditulis oleh Martin Richard dengan nama BCPL (Basic Combined Programmed Language).
Namun pada tahun 1970 agar lebih sederhana, peneliti menulis ulang sistem operasi UNIX menggunakan bahasa pemrograman B yang telah dibuat oleh Ken Thompson. Nama bahasa B diambil dari huruf pertama dalam kata BCPL.
Karena alasan bahwa bahasa B memiliki keterbatasan sehingga beberapa fitur tidak bisa di program dan terkesan masih lambat. Oleh karena itu pada tahun 1971 seorang pengembang sistem bernama Dennis Ritchie menciptakan bahasa baru yang bernama C yang bertujuan untuk menulis ulang dan menutupi kelemahan-kelemahan yang ada pada sistem operasi UNIX sebelumnya. Nama C ini diambil dari huruf kedua dari kata BCPL.
Pada tahun 1978, Brian W. Kerninghan dan Dennis Ritchie mempublikasikan bahasa C melalui buku “The C Programming Language”. Buku ini diterbitkan oleh Prentice Hall dan pada saat ini telah di terjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Dan buku ini juga yang menjadikan legenda dan sejarah bahasa C hingga di kenal dengan sebutan “K&R”(singkatan dari nama penulisnya : Kernighan dan Ritchie).
Perkembangan Bahasa Pemrograman C
Sistem Operasi UNIX yang dibuat oleh Bell Labs ternyata cukup populer. Pada era itu sebuah komputer berharga sangat mahal dan berukuran besar. Oleh karena itu komputer UNIX hanya terdapat di kantor pemerintah dan beberapa Universitas besar di Amerika Serikat.Masuknya UNIX ke Universitas inilah yang membuat bahasa pemrograman C makin populer. Bagaimana tidak, mau tidak mau mahasiswa yang ingin mengembangkan aplikasi UNIX harus menguasai bahasa pemrograman tersebut. Dan hal ini membuat penggunaan pemrograman Pascal menjadi berkurang.
Tidak lama setelah itu, sekitar tahun 1983, Richard Stallman membuat sebuah project open source yang bernama GNU. Project tersebut membuat sebuah sistem operasi gratis yang mirip seperti UNIX dan bisa diinstall di komputer pribadi.
Selanjutnya pada tahun 1991, Linus Torvalds merilis kernel (otak pemrosesan sebuah sistem operasi) yang dinamakan Linux. Linux dirilis dengan license GNU, yang mana boleh digunakan, dipelajari, dimodifikasi dan disebarkan oleh siapa saja. Linux sendiri terinspirasi dari UNIX dan juga dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman C.
Disisi lain Apple juga menggunakan UNIX. Tahun 1997 – 2001, sistem operasi MacOS dikembangkan ulang dari NeXTSTEP(sebuah sistem UNIX). MacOS kemudian dijadikan sebagai basis untuk seluruh sistem operasi Apple, mulai dari sistem operasi MacOS untuk komputer dan laptop, sistem operasi iOS untuk smartphone, serta sistem operasi watchOS dan tvOS.
Sistem operasi Android juga tidak lepas dariUNIX. Android juga menggunakan kernel Linux yang telah dimodifikasi.
Seluruh sistem operasi ini menjadi keluarga yang dikenal sebagai UNIX-like, dan hampir semuanya ditulis menggunakan bahasa pemrograman C.
Dengan banyaknya implementasi dari bahasa C dalam sistem UNIX dan UNIX-like, secara otomatis jika anda ingin mempelajari isi dari berbagai sistem operasi seperti UNIX, Linux, MacOS, hingga Android, akan butuh bahasa pemrograman C.
Akan tetapi bukan berarti jika kita ingin membuat aplikasi di UNIX, Linux, MacOS dan Android, harus menggunakan bahasa C. Bahasa C diperlukan untuk memodifikasi sistem tersebut.
Setelah mengulas sejarah dan perkembangan tentang bahasa C berikutnya kita akan membahas tentang Compiler, Interpreter, Linker dan IDE.

Tidak ada komentar